SHARE

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy. (Ft: ist)

Laporan : Wina

CARAPANDANG. COM (PEKANBARU)  - Pemerintah Kota Pekanbaru dalam waktu dekat akan menggelar  vaksin Covid-19 untuk anak usia 11- 16 tahun.

"InsyaAllah di awal tahun nanti bisa kita laksanakan vaksiansi anak," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy, Jumat (31/12).

Tim Vaksinasi Kota Pekanbaru masih melakukan pendataan terhadap jumlah anak-anak yang menjadi sasaran vaksin Covid-19. Mereka merupakan anak-anak dari usia enam hingga sebelas tahun.

Hasil pendataan sementara, jumlah anak yang bakal mendapat suntikan vaksin sebanyak 100.003 orang anak. Jumlah ini bisa bertambah karena proses pendataan masih berjalan.

Tim saat ini masih fokus mendata jumlah anak yang bakal mendapat suntikan vaksin. Mereka belum melakukan sosialisasi kepada para orangtua.

"Pendataan masih berjalan terus saat ini, jumlah anak yang bakal divaksin bakal bertambah," paparnya.

Zaini menyebut bahwa tim vaksinasi saat ini masih fokus menuntaskan pemberian vaksin bagi lansia hingga 60 persen. Mereka bakal melaporkan hasil vaksinasi ke tim satgas nasional agar bisa memulai vaksinasi bagi anak-anak.

Mengutip dari laman detik healt,  dokter spesialis anak, Dr dr Ariani Dewi Widodo, SpA(K), menjelaskan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan serta diperhatikan oleh para orang tua sebelum melakukan vaksinasi COVID-19 pada anak.


Hal utama yang harus dipersiapkan adalah memiliki kondisi badan yang sehat. Jika ada riwayat penyakit maka harus dalam kondisi terkendali.

"Memastikan kondisi anak sehat tidak ada kontraindikasi, tidak demam, tidak sedang batuk pilek atau diare. Sebetulnya kalau ada infeksi ringan tidak papa. Tapi kalau infeksi itu masih akut hari pertama kedua apalagi ada demam sebaiknya ditunda dulu," jelas Ariani.

Selain itu jika anak-anak yang memiliki komorbiditas, para orang tua harus memastikan keadaan anak dengan dokter yang sudah biasa menanganinya

"Anak-anak yang memiliki komorbid bukan berarti tidak selalu mereka tidak boleh divaksin. Justru anak-anak yang memiliki komorbiditas misalnya dia ada keterbelakangan atau ada ketidakmampuan atau keterlambatan perkembangan justru mereka adalah anak-anak yang lebih berisiko terinfeksi COVID-19," pungkas dokter spesialis anak tersebut.

"Dan kadang-kadang pada saat mereka terinfeksi COVID-19 infeksinya lebih berat dibandingkan dengan anak-anak lain. Maka dari itu selalu terbaik adalah memastikan dulu ke dokter yang biasa menangani atau merawat yang paling tahu keadaan anak tersebut untuk dilakukan evaluasi," ujarnya.

Tidak hanya memperhatikan keadaan fisik, para orang tua juga harus mempersiapkan kondisi mental anak. Orang tua dapat memberikan pemahaman mengenai tujuan dari vaksinasi COVID-19.


"Mereka perlu dijelaskan, jangan dibohongi ya, gak boleh bilang oo kita mau pergi ke Taman Ria ternyata pergi vaksin. Alangkah baiknya kalau anak itu sejak awal sudah diberi tahu bahwa kita mau pergi vaksinasi. Kenapa kita harus pergi vaksinasi karena supaya kamu tidak mudah terkena COVID-19," jelas Ariani. (*)